Ketua PKK Dairi Jadi Pembicara Utama Tentang Manajemen Keuangan Rumah Tangga

0
129

SIDIKALANG, DaiRIposToday.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu menjadi pembicara utama (Keynote Speaker) dalam acara ‘Sharing Session Manajemen Keuangan Rumah Tangga’ yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidikalang, Selasa (16/3/2021) yang dilaksanakan secara virtual.

Dalam penyampaian materinya, Romy Mariani menyampaikan ada 3 hal utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga yakni input, proses dan output.

Menurutnya, ‘input’ dalam hal ini adalah penghasilan atau uang yang dihasilkan dari bekerja yang menjadi sumber pendapatan dari sebuah keluarga. Ia menjelaskan, zaman dahulu suamilah yang menjadi tulang punggung untuk menghasilkan uang dalam sebuah keluarga, atau istilahnya bread winner dalam RT. Namun di era kesetaraan gender saat ini, perempuan sudah semakin banyak mendapat kesempatan untuk berperan di berbagai sektor, hingga turut menjadi tonggak ekonomi keluarga.

“Saat ini banyak sekali perempuan yang menduduki jabatan penting di pemerintahan maupun dunia usaha seperti Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang pernah sebagai Direktur World Bank; Ketua DPR RI Puan Maharani serta President of the European Central Bank, Christine Lagarde. Mengutip pernyataan Christine Lagarde dalam situasi krisis sebetulnya perempuan memiliki bakat memimpin yang lebih baik jika dibandingkan dengan laki laki, karena memiliki kemampuan mendengar yang baik, lebih cermat dalam memperhatikan resiko yang timbul dari setiap keputusan,” jelas Romy Mariani.

(Tangkapan Layar) Tampak Romy Mariani memberikan materi pemaparannya saat sebagai pembicara utama dalam ‘zoom meeting’ yang diadakan oleh KPPN Sidikalang

Romy Mariani melanjutkan, untuk komponen kedua dalam menata keuangan RT adalah ‘proses’ dalam melakukan perencanaan peruntukan dari uang yang dihasilkan tersebut. Menurutnya, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah antara kebutuhan versus keinginan, yang mana dalam proses tersebut sangat diperlukan komunikasi antara suami dan istri untuk menentukan berapa persen alokasi antara kebutuhan utama sehari hari versus tabungan atau investasi yang disesuaikan dari jumlah penghasilan dan kebutuhannya tiap-tiap keluarga.

Ia menerangkan, beberapa konsultan keuangan menyarankan  dari 100 persen penghasilan disisihkan 10 persen s.d. 20 persen untuk tabungan, dan menghindari penggunaan uang di luar kebutuhan yang tujuannya untuk menghindari masalah keuangan keluarga di kemudian hari.

“Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Salah satu hal yang dapat dilakukan menghindari penggunaan uang diluar kebutuhan. Sehingga diperlukan proses perencanaan keuangan tersebut,” ujar Romy Mariani.

Selanjutnya, di komponen yang ketiga, sebagaimana yang dipaparkan Romy Mariani adalah ‘output’ dimana output adalah penggunaan uang penghasilan dalam rumah tangga seperti untuk kebutuhan utama (prioritas). Diantaranya yakni penggunaan uang penghasilan  untuk belanja dapur, listrik, gas dan biaya sekolah anak. Kemudian output untuk penggunaan uang untuk kebutuhan lainnya yang bersifat emergency atau keadaan yang diluar kontrol, seperti kecelakaan, sakit, ataupun, kematian.

“Output untuk penggunaan uang saat sakit saat ini sudah terbantu dengan adanya layanan BPJS dengan premi yang murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah. Atau untuk penggunaan asuransi swasta seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan kecelakaan disarankan agar menggunakan asuransi itu sedini mungkin, saat usia muda agar premi atau iuran murah,” ungkap Romy Mariani.

Output berikutnya menurut Romy Mariani adalah investasi yang bisa dilakukan baik lewat pasar modal dengan return yang tinggi tapi resiko juga tinggi. Atau obligasi yakni resiko lebih rendah namun return lebih rendah dari produk pasar modal. Atau investasi lewat Deposito Bank yang memiliki resiko paling kecil dan bunganya relatif terjamin karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam paparan itu, yang ingin ditekankan oleh Romy Mariani bahwa perempuan saat ini sudah ikut mengambil bagian dalam ekonomi rumah tangga. Ia mencontohkan Partonun di Silalahi yang merupakan para kaum perempuan yang menjadi tulang punggung pendapatan keluarganya, yang tetap berproduksi dan menghasilkan uang meski di tengah Pandemi Covid-19 dengan adanya perhatian dari pemerintah baik itu lewat pendampingan dari Ibu-Ibu PKK Kabupaten Dairi serta Dekranasda Kabupaten Dairi.

“Seperti lewat kegiatan yang dilakukan PKK, oleh Pokja 2 PKK yakni UP2K berupa Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga, yang bisa menggerakkan dan meningkatkan keuangan keluarga dari Ibu-ibu partonun Ulos Silalahi meski di tengah Pandemi Covid-19,” terang Romy Mariani.

Tampak hadir dalam kegiatan virtual tersebut diantaranya Kepala KPPN Sidikalang Nova Juliana Sianturi, Narasumber lainnya yakni Penulis Buku ‘Keluarga Muslim Cerdas’ Yuria Pratiwhi Cleopatra serta para Anggota PKK dan Dharma Wanita dari Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Karo.

Leave a reply