Alfamart Berencana Investasi dan Buka 11 Gerai di Kabupaten Dairi

0
52

SIDIKALANG – Dalam waktu dekat PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pengelola minimarket Alfamart berencana melakukan investasi dan membuka gerai di Kabupaten Dairi. Ada 3 kecamatan yang dilirik untuk membuka 11 gerai minimarket, yakni Kecamatan Sumbul, Sitinjo dan Sidikalang.

“Kabupaten Dairi saat cukup maju, sehingga kami berencana melakukan investasi dengan membuka gerai minimarket disini,” kata Government Relation Manager Burhanudin didampingi Regional Lesense Gandung Wicaksono usai bertemu dengan Bupati Dairi, Kamis (17/9/2020) lalu.

Selain membuka gerai minimarket, pihak Alfamart kata Burhanudin juga ingin merangkul pedagang-pedagang sejenis yang ada di Kabupaten Dairi, agar jangan sampai terkesan dengan datangnya toko modern akan mematikan pedagang kecil, karena Alfamart ini tumbuh dari pedagang-pedagang kecil.

“Pemilik Alfamart ini juga dulu asal usulnya dari pedagang kelontong, jadi nanti kami ingin menularkan ilmu kepada para pedagang kelontong yang ada di Dairi,” ujarnya..

Nanti apabila sudah hadir, pihak Alfamart akan mengadakan pelatihan kepada pedagang yang sejenis dengan Alfamart, seperti pedagang kelontong dan itu difasilitasi Dinas Perdagangan.

“Disitu nanti kami akan tularkan ilmu management tentang pelayanan dan standarisasi,” sebut Burhanudin.

Sementara saat ditanya manfaat kehadiran Alfamart kepada pedagang kecil, Burhanudin mengatakan, perkembangan zaman semangkin lama semangkin maju dan arus modernisasi tidak bisa dihindari, sehingga Alfamart ingin maju bersama-sama dengan pedagang kecil.

“Kami juga akan menampung barang-barang hasil produksi UKM masyarakat Dairi yang sesuai standart Alfamart, sehingga barang-barang tersebut bisa dijual ke luar daerah,” ungkapnya.

Menurut Burhanudin rencananya pihak Alfamart akan membuka 11 gerai yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Dairi.“Tapi nanti kita lihat lagi, bagaimana potensinya. Karena setiap investasi butuh modal yang besar dan akan kita amati jangan sampai nanti tidak berkembang,” terangnya.

Terkait keinginan pihak Alfamart yang ingin berinvestasi dan membuka gerai di Kabupaten Dairi, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, Pemkab Dairi menyambut baik kedatangan dan keinginan alfamart. Itu tandanya mereka melihat potensi pertumbuhan dan sumber daya alam dan manusia yang ada di Dairi.

“Jadi, utusan pihak Alfamart tadi sudah kita sambut. Namun, dari beberapa hal yang kami bicarakan tadi, kita ingin memastikan agar kehadiran mereka itu menjadi katalisator, sehingga pertumbuhan perdagangan produk UKM kita bisa di akselerasi. Bagaimana pengalaman, sistem dan jaringan mereka bisa kita gunakan termasuk merek mereka untuk membantu produk UKM kita bisa ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya termasuk packaging dan pasca panen dan produksinya,” kata Eddy Berutu.

Pada dasarnya Pemkab Dairi akan membantu Alfamart atau siapapun pihak investor yang akan masuk menciptakan peluang ekonomi baru, terutama tenaga kerja. Memenuhi peluang masyarakat dengan lebih baik dan nyaman serta memenuhi kebutuhan pokok dan menopang UKM dan membina pedagang kecil.

“Ijin akan kita bantu, karena kita ingin investor nasional masuk ke Dairi, tetapi kita meminta mereka datang dengan konsep dan komitmen yang tinggi untuk beberapa hal tadi,” sebut Eddy Berutu.

Mudah-mudahan ini nantinya menemui titik temu, tentunya pendekatan ini juga berlaku untuk ritel modern lain. Pemkab Dairi kini sedang mencari, bagaimana kehadiran ritel modern tidak mengganggu dan mempersulit masyarakat yang membuka warung-warung kecil, tetapi justru mendorong.

“Inilah yang akan kita cari titik temunya, kalau itu bisa dilakukan tentu masyarakat yang berdagang dengan toko kecil atau kelontong tentu akan mendukung. Pemerintah berkewajiban untuk menjaga keseimbangan dan sinergi ini. Kita punya kepentingan agar UKM kita terbina, sehingga pada waktunya nanti produk-produk baik itu produk olahan atau pertanian kita bisa menggunakan jaringan distribusi dari grup ritel modern ini dan juga kemampuan warung-warung kita dalam mengelola usahanya bisa lebih baik dan sama-sama tumbuh,” ujar Eddy Berutu.

Disebutkan Eddy Berutu, pihak Alfamart tadi juga ditantang, agar Dairi bisa dipakai sebagai titik sumbu pelayanan distribusi kebutuhan pokok untuk kabupaten sekitar.

“Kita bersedia sebagai gudang dan pusat pengolahan serta kulakan, sehingga bisa lebih dekat,” sebutnya.

Lebih lanjut Eddy Berutu menyampaikan, dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, keberadaan uang tunai bisa sebagai media membawa virus corona. Untuk itu pemerintah sedang mensosialisasikan kepada masyarakat agar mulai beralih dengan transaksi non tunai, seperti Qris.

“Saya tadi menyampaikan kepada pihak Alfamart agar bersama pihak perbankan dan Bank Indonesia melakukan edukasi kepada masyarakat. Bila kerjasama ini berjalan saya ingin ritel-ritel Alfamart dan mitra yang lain membantu kita dalam mengedukasi masyarakat dalam menyediakan fasilitas-fasilitas pembayaran dan program-program lain dalam mensosialisasikan transaksi non tunai ini sampai ke desa-desa,” terang Eddy Berutu

Pertemuan itu juga dihadiri, Kadis Lingkungan Hidup Amper Nainggolan, Kadis PUTR Anggara Sinurat, Kadis Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Marisi Sianturi dan perwakilan Dinas Perindagkop dan UKM Dairi.

Leave a reply