Bupati Eddy Berutu Terjun ke Lokasi Banjir Bandang di Desa Suka Dame

0
253

TANAH PINEM – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu bersama rombongan dan didampingi Forkopimca Tanah Pinem yakni Kapolsek Tanah Pinem AKP Ikat Lubis SH, Danramil 05 Tanah Pinem Lettu Inf. M Taufik terjun langsung ke lokasi bencana alam banjir bandang yang terjadi di Dusun Juma Batu, Desa Suka Dame, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi Selasa (27/04/2021).

Bupati Eddy Berutu tampak bagitu serius melakukan diskusi dengan Forkopimca Tanah Pinem dalam upaya penanggulangan bencana pasca terjadinya banjir bandang di Dusun Juma Batu, Desa Suka Dame, Kecamatan Tanah Pinem

Kedatangan Bupati Eddy Berutu ke lokasi banjir bandang, yang terjadi pada Jumat (16/ 04/ 2021) malam yang meluluhlantakkan sebagian besar lahan pertanian milik warga dusun setempat untuk melihat langsung kondisi wilayah pasca bencana guna mempercepat koordinasi penanggulan dampak bencana oleh jajarannya. Sehingga dalam kunjungan lokasi bencana alam ini sejumlah pejabat dinas terkait, turut hadir mendampingi Bupati Eddy Berutu, diantaranya Kepala Dinas Sosial Parlindungan Sihombing, Kabid Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang (PUPR) Agung, Kabid Prasarana Pertanian Eben Gurning, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Provet B. Sitanggang, Camat Tanah Pinem Sion Sembiring dan perangkat Desa Suka Dame.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang kemarin. Dan saya sudah meminta kepada perangkat desa dan kecamatan agar terus berkoordinasi dengan pihak bhabinkamtibmas dan babinsa setempat guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Jangan sampai ada korban jiwa,” jelas Bupati Eddy Berutu.

Dalam kunjungan itu, Bupati Eddy Berutu menerangkan dampak bencana alam banjir bandang yang terjadi di Dusun Juma Batu, Desa Suka Dame, Kecamatan Tanah Pinem mengakibatkan rusaknya sejumlah lahan pertanian milik warga setempat akibat akibat banjir bandang yang terjadi membawa berbagai material lumpur dan pepohonan dengan debit yang cukup besar.

Bupati Eddy Berutu menyamaikan dibutuhkan waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi lahan pertanian warga agar normal kembali akibat banyaknya material pepohonan yang terbawa arus banjir bandang, di samping itu medannya sangat sulit untuk dijangkau alat berat

“Laporan yang saya terima, banjir bandang yang terjadi dikarenakan air sungai Gunung Meriah yang berada di sekitar dusun itu meluap dan menghanyutkan kayu-kayu dari hulu sungai. Dampak yang terjadi sudah diinventarisir, untuk melakukan penanggulangan. Termasuk nantinya akan dilakukan evakuasi material-material pohon yang masih menumpuk di lahan pertanian warga. Namun penanggulan ini membutuhkan waktu yang tidak cepat dalam proses evakuasi. Terlebih karena sedimen, batuan dan kayu pepohonan yang terbawa banjir ke lahan pertanian cukup besar, di samping medan yang juga sulit dijangkau alat berat sehingga membutuhkan waktu lama untuk menormalisasikannya,” terang Bupati Eddy Berutu.

Dikesempatan itu, Bupati Eddy Berutu juga menyempatkan diri untuk berbincang langsung dengan warga petani setempat yang lahannya terkena dampak banjir bandang, dan mendengarkan langsung harapan dari para warga petani yang mengalami dampak kerugian atas bencana alam banjir bandang yang menyapu bersih lahan pertanian miliknya.

“Lahan pertanian dan tanaman pertanian milik warga terlihat rusak akibat bencana banjir bandang, seperti jagung, cabe, vanilli, tanaman coklat, jeruk dan durian. Bidang kebencanaan dan dinas sosial sudah menginventarisir kerusakan yang lahan pertanian milik warga,” pungkas Bupati Eddy Berutu.

Bupati Eddy Berutu secara simbolis menyalurkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok warga yang terdampak, atas rusaknya lahan pertanian yang dimiliki yang menjadi sumber mata pencaharian akibat diterpa bencana banjir bandang yang terjadi di di Dusun Juma Batu, Desa Suka Dame, Kecamatan Tanah Pinem

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Eddy Berutu memberikan secara simbolis berbagai bantuan kepada para warga dusun setempat yang lahannya terkena dampak bencana alam banjir bandang berupa bantuan bahan pokok, bibit tanan keras dan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh warga dusun yang terkena dampak bencana. (Red)

Leave a reply