Polda Sumut Hentikan Penyelidikan Kasus Dana CSR PT Inalum untuk Dekranasda Dairi

Tidak Ditemukan Perbuatan Melawan Hukum dan Indikasi Kerugian Negara
0
349

MEDAN, DaiRIposToday.com – Penyidik dari Subdit III Tipikor Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana Corporate social responsibility (CSR) PT Inalum yang disalurkan kepada Dekranasda Kabupaten Dairi tahun 2019, untuk pelatihan, pembinaan dan pengembangan pengrajin Ulos Silalahi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi dairipostoday.com terkait hal tersebut menerangkan bahwa penghentian kasus ini dilakukan oleh penyidik dari Dirkrimsus Polda Sumut setelah melalui berbagai rangkaian proses penyelidikan dengan melakukan ekspose dan gelar perkara atas dugaan kasus korupsi Dana CSR tersebut. Dimana dari hasil ekspose dan gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik, tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum dan juga tidak ditemukan adanya indikasi Kerugian Keuangan Negara.

“Dari hasil klarifikasi, gelar perkara, expose BPKP dan keterangan ahli, bahwa kasus tersebut tidak ditemukan Perbuatan Melawan Hukum dan Tidak ditemukan adanya Indikasi Kerugian Keuangan Negara. Maka berdasarkan hasil Gelar Perkara di Wassidik, Penyidik menghentikan kasus tersebut,” terang Hadi Wahyudi, Sabtu (24/04/2021).

Pria dengan pangkat tiga melati emas di pundaknya ini menambahkan, bahwa penghentian penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana CSR PT Inalum tahun 2019 oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sumut itu juga telah dilengkapi administrasi penghentian penyidikan atas perkaranya.

“Penghentian kasus ini telah dilengkapi administrasi penghentian penyidikan atas perkaranya.” pungkas Hadi Wahyudi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kasus ini bermula dari munculnya dugaan penyalahgunaan dana CSR PT Inalum yang disalurkan kepada Dekranasda Kabupaten Dairi dalam pengembangan pengrajin Ulos Silalahi. Saat itu, Dekranasda Dairi dan Yayasan Merdi Sihombing yang merupakan pihak ketiga yang terlibat dalam kerjasama CSR PT Inalum dalam pengembangan pengrajin Ulos melakukan berbagai ajang promosi atas produk yang telah dihasilkan oleh pengrajin Ulos Silalahi, dari hasil pelatihan dan pembinaan yang dilakukan oleh Dekranasda dan Yayasan Merdi Sihombing saat program CSR itu berlangsung. Saat itu, promosi produk yang dihasilkan oleh pengrajin dinilai sebagai penyalahgunaan dana CSR yang sempat ditangani oleh Polres Dairi, hingga akhirnya ditangani oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sumut.

Sejumlah pihak juga sempat dimintai keterangan dan klarifikasi oleh pihak penyidik terkait dugaan kasus tersebut diantaranya Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Romy Mariani, Rahmatsyah Munthe yang saat itu menjabat sebagai Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Dairi yang saat itu juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi kemudian Sabar Pasaribu selaku Kabid Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi dan Romayana Arita Banurea yang saat itu merupakan staf di bagian perekonomian Setda Kabupaten Dairi.

Rahmatsyah Munthe yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Dairi saat dihubungi terkait penghentian perkara yang memiliki kaitan dengan tugas yang diembannya saat menjabat sebagai Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Dairi mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas keputusan yang dikeluarkan oleh penyidik kepolisian yang  telah menghentikan penyidikan perkara tersebut. Ia menyampaikan apa yang dilakukan pihaknya (Dekranasda) adalah semata-mata untuk mengangkat derajat ekonomi dari pengrajin Ulos Silalahi.

“Ucapan syukur kepada Tuhan, dan terima kasih kepada keputusan yang dikeluarkan Polisi untuk menghentikan penyelidikan ini. Dari awal Ibu Ketua (Romy Mariani) sangat tulus ingin mengangkat derajat ekonomi pengrajin Ulos Silalahi. Dekranasda Kabupaten Dairi melalui Ibu Ketua menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi memiliki keterbatasan belanja dalam APBD, maka untuk itu Dekranasda berinisiasi mencari alternatif pembiayaan. Maka ketika mendapat bantuan tentu dilakukan maksimal untuk membantu pengrajin melalui Dekranasda,” ucap Rahmatsyah Munthe.

Leave a reply