Pendemo yang Anarkis Dipolisikan atas Kasus Penganiayaan dan Pengrusakan

0
617

SIDIKALANG, DaiRIposToday.com – Salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Dairi yang diketahui bernama David Banurea (20) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang dari peserta massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan Gedung Kantor Bupati atas adanya persoalan sengketa lahan yang dialami pihak warga dengan pihak PT Gruti.

Informasi yang didapat dari kesaksian korban bahwa peristiwa ini terjadi saat massa aksi yang tergabung dalam Petani Marhaen daerah Parbulan dan Sumbul mulai tampak anarkis. Dimana ia mendapat penyerangan dan penganiayaan saat massa mulai memaksa masuk dengan memanjat tembok pagar kantor Bupati Dairi. Bahkan, pagar tembok gedung pemerintahan itu rusak dan roboh oleh massa aksi yang anarkis.

“Salah seorang pendemo naik ke tembok dan massa lainnya mulai menggoyang-goyang kan pagar, karena mereka memaksa ingin masuk. Dan saat teman saya hendak menurunkan massa yang naik ke tembok, saya langsung mendapat penyerangan dari massa aksi tersebut dan mencakar muka saya,” tutur David Banurea saat ditemui wartawan, Selasa (20/ 04 2021).

Ia juga menyampaikan akibat penyerangan dari massa aksi tersebut, di sekitarnya wajahnya timbul memar dan luka bekas cakaran yang cukup lebar.

Saat ditanya pelaku dari penyerangan yang mengakibatkan wajah pemuda berumur 20 tahun itu memar, dirinya dengan yakin menyampaikan bahwa pelakunya adalah salah seorang yang merupakan bagian dari pendemo.

“Wajahnya saya ingat dan ada bukti foto dari rekan yang mengabadikan dan dilihat oleh kawan-kawan yang lain, ciri-cirinya agak gemuk dan mengenakan pakaian berwarna putih garis-garis,” ungkapnya.

Kejadian yang dialami dirinya ini pun sudah dilaporkan kepada pihak berwajib dengan membuat Laporan Polisi (LP) di Unit Sentra Pelayanan Kepolisian di Mapolres Dairi, pada Selasa (20/04/2021) malam sekitar pukul 22:00 WIB, yang didampingi oleh Kasatpol PP Pemkab Dairi Eddy Banurea, Kabag Hukum Pemkab Dairi Jon Henry Panjaitan serta Kabag Umum Pemkab Dairi, Rayanda Rustam Trianof Pasi.

Di kesempatan itu, korban David Banurea meminta keadilan atas dirinya dan pelaku penganiayaan bisa segera ditangkap dan diproses sesuai dengan Undang-undang yang berlaku .

“Saya sudah membuat pengaduan ke Polres Dairi atas kasus penganiayaan yang saya alami, agar pelaku segera ditangkap. Saya sangat berharap ke depan da di kemudian hari tidak ada lagi aksi demonstrasi yang anarkis,” ucap David sambil menunjukan bekas luka cakaran di wajahnya kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Satpol PP Dairi, Eddy Banurea  yang turut hadir di Mapolres Dairi saat mendampingi korban membuat Laporan Polisi atas kasus penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya.

“Satpol PP juga merupakan bagian dari masyarakat Dairi. Mereka saat itu hanya menjalankan tugas pengamanan. Kita berharap agar di kemudian hari tidak lagi muncul aksi anarkis saat menyampaikan aspirasi.” ujarnya.

Masih dari pantauan awak media di Lapangan, di waktu yang bersamaan juga, Kabag Umum Pemkab Dairi Rayanda Rustam Trianof Pasi yang didampingi oleh Kabag Hukum Pemkab Dairi Jon Henry Panjaitan juga membuat Laporan Polisi (LP) atas aksi anarkis yang dilakukan oleh massa aksi pendemo yang mengakibatkan robohnya tembok pagar kantor Pemerintahan Kabupaten Dairi yang terjadi pada Selasa (20/4/2021) saat terjadinya demonstrasi.

“Selain kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh anggota Satpol PP, secara bersamaan kita juga mendampini pegawai Pemkab Dairi untuk melaporkan kasus pengrusakan yang dilakukan oleh massa aksi pendemo yang anarkis,” terang ujar Jon Henry.

Leave a reply