Bupati Eddy Berutu Nobar Film Cerita Pendek ‘Lae Pendaroh’ Karya Pelajar Dairi

0
111

SIDIKALANG – Bertempat di Ofal Cafe, Jalan Pahlawan, Kecamatan Sidikalang, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Dekranasda, Ny Romy Mariani Eddy Berutu dan SKPD serta para kru dan pemeran, Nonton Bareng (Nobar) film cerita karya putra/i pelajar di Kabupaten Dairi.

Film cerita pendek berjudul ‘Lae Pendaroh’ karya dari dua SLTA, yakni SMK HKBP dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kecamatan Sidikalang, mengambil lokasi syuting di dua tempat yakni di Kecamatan Silahisabungan dan Sitinjo.

Dalam film yang berdurasi 15 menit, mengangkat tema kedaerahan, kultur dan mitos masyarakat setempat tentang larangan melakukan hal-hal yang tidak baik di alam terbuka. Pemutaran film yang ditayangkan serentak di Indonesia pada jam 16.00 WIB secara virtual, difasilitasi Viu shorts.

Usai menyaksikan penayangan film karya putra/i Dairi, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, sangat banga dan gembira, karena anak-anak Dairi mampu mengekspresikan bakat dan talentanya berdasarkan bakat dan talentanya yang diceritakan orang-orang tua secara turun temurun.

“Cerita itu kini tampil di film layar yang memenuhi standar dan kaidah internasional. Saya tahu penggarapan film ini sangat pendek, hanya 14 hari. Dari awal sampai akhir saya sangat cemas, tetapi setelah melihat hasilnya saya sangat bangga,” ucap Eddy Berutu.

Disebutkan Eddy Berutu, pembuatan film ini adalah suatu uji coba, tergantung minat anak-anak. Pada kesempatan ini juga hadir beberapa Kepala Dinas (Kadis) yang memiliki program dan anggaran, agar bisa langsung berinteraksi dengan para anak-anak.

“Karena kita mempunyai tugas diantaranya yang pertama sektor kreatif yang diharapkan nantinya bisa menghasilkan devisa. Kedua sektor lapangan kerja bagi anak-anak muda kita di dunia kreasi dan dunia kerja baru yang modern,” sebut Eddy Berutu.

Ini Sinematografi, satu lapangan kerja yang berbeda lagi. Ini merupakan ujian, apakah anak-anak bersemangat dan komit. Kalau mereka komit dan masyarakat Dairi melihat hasilnya.

“Maka saya ingin mendapat dukungan dari masyarakat, karena kalau hanya dari pemerintah tidak akan sanggup. Tapi kalau dukungan dan dorongan itu datang dari seluruh masyarakat Dairi, kami percaya pasti bisa mengangkat budaya kita. Sehingga anak-anak kita bisa mendunia dan masuk ke episode yang lain,” ujar Eddy Berutu.

Lebih lanjut Eddy Berutu menyampaikan, banyak bidang-bidang yang sudah ditekuni anak-anak Dairi cukup lama karena Dairi punya budaya. Sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan seni.

“Saya pikir ini gabungan dari berbagai hobi fotografi, ada yang hobi nulis, pementasan. Jadi pesan saya ini peluang besar, kalau anak-anak mau pemerintah akan berusaha menciptakan ruang-ruang dan menyediakan anggaran,” ucapnya.

Diakhir wawancara, Eddy Berutu mengajak dan berpesan, agar seluruh masyarakat Dairi untuk menonton film karya putra/i Dairi, karena semangkin banyak yang nonton dan mengklik maka semangkin banyak peluang untuk menjadi film terbaik.

“Semangkin banyak yang menonton, maka ada peluang salah satu anak-anak kita mendapat biaya siswa untuk kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ),” terangnya.

Leave a reply